ls
Perintah ini sama seperti dir pada MS-DOS yaitu untuk menampilkan isi folder.
clear
Perintah ini sama seperti cls pada MS-DOS yaitu untuk membersihkan layar.
cd
direktori lain dalam sistem. Satu hal yang berbeda adalah penggunaan backslash
( \ ) pada MS-DOS harus diganti dengan slash ( / ) pada Linux. Contohnya
adalah :
cd windows\system [pada windows]
cd /home/agung [pada linux]
cp
dari satu tempat ke tempat lain.
rm
sebuah atau beberapa buah file sekaligus.
rmdir
menghapus direktori kosong.
mv
sebuah file dari satu tempat ke tempat lain.
mkdir
membuat direktori.
Pada lingkungan linux ada beberapa perintah yang sering digunakan juga, namun
tidak ada pada lingkungan MS-DOS.
su
Perintah ini adalah perintah untuk berganti user menjadi Super User, yaitu userlevel Admin pada sistem Linux. Anda akan sering menggunakan perintah ini ketika
ingin menginstall suatu program di linux dengan command line atau sekedar
melakukan setting konfigurasi.
mount
lingkungan MS-DOS dan Windows, sebuah drive/partisi dikenali dengan drive
letter [Misalkan drive A untuk disket, drive C untuk Harddisk 1, drive D untuk
cdrom, dan seterusnya] , namun pada lingkungan Linux, sebuah drive dikenali
sebagai sebuah file. Misalkan saja Hardisk 1 partisi 1 dikenali sebagai file pada
direktori /dev/hda1 .
Lalu untuk mengakses drive tersebut, kita perlu melakukan mounting point file
/dev/hda1 tersebut pada sebuah direktori yang telah kita buat. Contoh perintah
untuk melakukan mounting adalah seperti berikut :
mount -t vfat -rw /dev/hda1 /mnt/windows
-t vfat berarti partisi yang ingin anda akses memiliki filesystem Fat32
-rw anda memperbolehkan super user untuk melakukan read/write data pada user
terebut.
/dev/hda1 adalah letak drive dan partisi anda.
/mnt/windows adalah direktori yang anda buat sebagai mounting point.
Lalu perintah ini berpasangan dengan perintah :
umount
sistem. Apabila drive dan partisi /dev/hda1 telah dalam kondisi mount pada
direktori /mnt/windows, maka untuk menonaktifkannya cukup ketik perintah
berikut :
umount /mnt/windows
program via command prompt di Linux adalah :
tar -xvzf namafile.tar.gz
sebuah folder. Program-program linux banyak yang dipaket dan dikompress
menggunakan paket kompresi tar.gz.
rpm -ivh namafile.rpm
berekstensi .rpm. RPM adalah paket kompresi yang memudahkan dalam
instalasi program.
Untuk meng-uninstall program dapat menggunakan perintah berikut :
rpm -e namaprogram-versiprogram
Perintah lainnya yang mungkin sering digunakan adalah :
shutdown -r now [untuk restart]
shutdown -h now [untuk shutdown]
perintah untuk melakukan mounting adalah seperti berikut :
mount -t vfat -rw /dev/hda1 /mnt/windows
-t vfat berarti partisi yang ingin anda akses memiliki filesystem Fat32
-rw anda memperbolehkan super user untuk melakukan read/write data pada user
terebut.
/dev/hda1 adalah letak drive dan partisi anda.Liberation Serif
/mnt/windows adalah direktori yang anda buat sebagai mounting point.
Lalu perintah ini berpasangan dengan perintah :
umount
sistem. Apabila drive dan partisi /dev/hda1 telah dalam kondisi mount pada
direktori /mnt/windows, maka untuk menonaktifkannya cukup ketik perintah
berikut :
umount /mnt/windows
Perintah lainnya yang akan sering anda gunakan, terutama saat ingin menginstall
program via command prompt di Linux adalah :
tar -xvzf namafile.tar.gz
Perintah ini akan berguna untuk mengektrak file dengan ekstensi tar.gz pada
sebuah folder. Program-program linux banyak yang dipaket dan dikompress
menggunakan paket kompresi tar.gz.
rpm -ivh namafile.rpm
berekstensi .rpm. RPM adalah paket kompresi dari Redhat yang memudahkan
dalam instalasi program.
Untuk meng-uninstall program dapat menggunakan perintah berikut :
rpm -e namaprogram-versiprogram