Jumat, 21 Januari 2011

Membuat openSUSE 11.0 LiveUSB Menggunakan Windows

Dalam posting sebelumnya, saya menulis tentang panduan "Membuat openSUSE Live USB menggunakan KIWI". Tulisan tersebut bisa diikuti sebagai dasar melakukan proses remastering openSUSE namun membutuhkan proses yang cukup panjang untuk mendapatkannya. Beberapa distro menyediakan cara yang relatif mudah dan openSUSE "Semestinya" bisa juga :-D . Tak ada masalah dengan KIWI karena KIWI menyediakan berbagai pilihan remastering, misalnya untuk membuat LiveUSB openSUSE, LiveCD, QEMU Image, VMWare Image, dan XEN Image tapi ada kalanya kita membutuhkan beberapa penyesuaian yang belum ada pada KIWI.

Saya mencari berbagai topik dan dan cara untuk membuat openSUSE Live USB dan beberapa diantaranya cukup menarik untuk dicoba. Setelah mencoba dan mereview beberapa tips, berikut adalah cara termudah membuat openSUSE Live USB menggunakan sistem Windows :-P .

Mengapa harus menggunakan Windows ? Tentu saja tidak ada keharusan. Penggunaan sistem Windows ditujukan bagi para pengguna Windows yang ingin mencoba openSUSE menggunakan LiveUSB tanpa harus melakukan instalasi dan tanpa harus takut ada masalah dengan data dan sistem yang ada.

Berikut adalah summary dari proses pembuatannya :
KEUNTUNGAN

  1. Tutorial ini dapat digunakan baik di Windows maupun di Linux. Letak perbedaan hanya pada proses pembuatan bootable Live USB (penggunaan syslinux)
  2. Tidak memerlukan proses instalasi openSUSE terlebih dahulu seperti halnya KIWI. Hanya memerlukan prose download ISO LiveCD dan tools untuk ekstrak ISO (utility gratis 7-zip bisa melakukannya)
  3. Dapat menggunakan file sistem FAT 32 sehingga USB Flash Disk tetap dapat digunakan untuk menyimpan file dari Windows, Linux maupun Mac.
  4. Mudah, hanya perlu beberapa langkah singkat
  5. Proses cepat, membutuhkan waktu beberapa menit saja. Proses terlama adalah melakukan copy ISO image sebesar 700 MB ;-)

PERSIAPAN

  1. Siapkan USB Flash Disk minimal 1 GB
  2. Download versi terakhir dari syslinux
  3. Download hasil modifikasi initrd - namanya initrdud - dari uploads Blog Vavai. Modifikasi initrd ini memuat perubahan boot dari CD ke USB dan penambahan modules NLS untuk character set FAT 32
  4. Download ISO openSUSE LiveCD. Saat tulisan ini dibuat, saya menggunakan openSUSE 11.0 RC 1

MEMBUAT BOOTABLE LIVEUSB

  1. Jalankan Windows
  2. Tancapkan USB Flash Disk
  3. Ekstrak hasil download syslinux
  4. Buka DOS Prompt (Command Prompt)
  5. Pindah ke folder hasil ekstrak syslinux, masuk ke folder win32
  6. Jalankan perintah syslinux -ma driver-letter-of-flash-disk, misalnya : syslinux -ma E: dengan E adalah driver USB Flash Disk. Note : Proses pembuatan bootable disk sangat cepat jadi jangan menunggu berlama-lama :-D

PROSES PEMBUATAN LIVE USB

  1. Tancapkan ulang USB Flash Disk yang sudah bootable
  2. Buat folder sementara untuk hasil ekstrak ISO LiveCD, misalnya folder liveiso
  3. Ekstrak ISO LiveCD menggunakan 7-zip atau winrar ke folder liveiso
  4. Copy semua isi dari liveiso ke USB Flash disk
  5. Copy semua isi folder boot/i386/loader ke USB Flash disk (ke root folde, bukan didalam folder. Maksudnya, copy ke drive E: bukan ke kedalam folder di drive E: )
  6. Rename file isolinux.cfg yang ada di root folder USB Flash disk menjadi syslinux.cfg
  7. Copy file initrdud hasil download ke root folder USB Flash Disk
  8. Buat perubahan kecil pada file syslinux.cfg agar menggunakan initrdud, bukan initrd. Lakukan perubahan pada baris ini : append initrd=initrd ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showopts menjadi append initrd=initrdud kiwidebug=1 ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showopts Opsi kiwidebug=1 akan menampilkan pesan error apapun :-D ke terminal

TESTING

  1. Boot komputer dengan prioritas boot adalah USB HDD. Sebagian besar komputer terbaru mestinya sudah mendukung pilihan ini. Jika menggunakan laptop atau komputer yang mendukung perubahan boot on the fly, ubah pilihan dengan menekan tombol keyboard F12, F8, F9 atau tombol lain sesuai dengan konfigurasi komputer anda
  2. Saat booting, tekan ENTER saat ada pilihan untuk boot. Mengetik tulisan Live-System seperti yang diminta akan menimbulkan pesan kesalahan. KIta dapat memodifikasi pesan ini namun hal ini tidak terlalu bermasalah andaikan dibiarkan demikian adanya :-)

Selasa, 18 Januari 2011

Konfigurasi Jaringan Akses


skema jaringan akses lokal tembaga pt. telkom.jpg

Jaringan lokal akses tembaga (JARLOKAT) adalah saluran pelanggan (subscriber loop) yang berupa pasangan kabel tembaga yang ditarik dari sentral hingga ke tempat pelanggan (PIT Dastel 2007/2008 : 22).

Keterangan :

Kabel Primer : Menghubungkan antara Sentral dengan RK

Kabel Sekunder : Menghubungkan antara RK dengan DP

Dalam konfigurasi jaringan akses terdapat tiga macam konfigurasi jaringan yaitu:

a. Jaringan Catu Langsung

Jaringan catu langsung merupakan jaringan yang menghubungkan pelanggan dengan rangka pembagi utama atau yang biasa disebut Main Distribution Frame (MDF) tanpa melalui Rumah Kabel (RK) sehingga urat kabel dari kotak pembagi (KP) langsung dihubungkan ke MDF. Kemudian dari kotak pembagi menuju ke pelanggan (seperti di gambar diatas ).

b. Jaringan Catu Tidak Langsung

Pada Jaringan catu tidak langsung saluran dari MDF yang akan diteruskan ke para pelanggan dihubungkan terlebih dahulu ke RK menggunakan saluran primer kemudian dicatu ke kotak pembagi (KP) terdekat menggunakan saluran sekunder kemudian dihubungkan ke pelanggan. Jaringan catu tidak langsung bias menggunakna suatu media akses tembaga maupun fiber optik. Hanya saja pada jaringan fiber optik, rumah kabel dikhususkan sendiri (DLC). Jaringan catu tidak langsung banyak digunakan pada daerah yang jauh dari sentral dan lokasi pelanggannya banyak dan menyebar.

c. Jaringan Catu Kombinasi

Jaringan ini merupakan kombinasi dari kedua jenis jaringan diatas, yaitu Apabila daerahnya dekat sentral, demandnya terpusat, dan banyak pelanggan VIP.

Struktur Kabel Tembaga Spesifikasi PT. Telkom

Spesifikasi susunan urat kabel yang digunakan PT. Telkom disebut juga sebagai STEL. Adapun spesifikasinya adalah sebagi berikut:

a. Susunan urat kabelnya berpasangan (pair).

b. Untuk kabel 10 pair, berarti memiliki lima quad, berurutan dari nomor satu sampai nomor lima, dipilin bersama membentuk satu-satuan dasar atau satuan sepuluh yang utuh.

datasheet teknis kabel udara.jpg

c. Kode warna dari isolasi penghantar untuk satuan dasar harus memiliki ketentuan sebagai berikut:

d. Setiap satu satuan dasar (10 pair) pada kabel yang berkapasitas lebih dari 10 pair, diikat dengan pita warna yang dililitkan pada tiap-tiap satu satuan tersebut.

e. Sejumlah satuan dasar dipilin membentuk unit yang simetris dan utuh, bergantung pada kapasitas kabelnya. Permulaan perhitungan dari inti kelapisan luar seperti terlihat pada gambar berikut:

struktur jaringan kabel pt. telkom.jpg


standar kode warna kabel telepon.jpg

Web Server

Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar, disebut dengan format SGML (standar general markup language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser tersebut. Contohnya, bila data yang dikirim berupa gambar, browser yang hanya mampu menampilkan teks (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkan gambar tersebut, dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext transfer protocol).

Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun.

Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.


Web Server Apache

Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :

1. Kontrol Akses.

Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP

2. CGI (Common Gateway Interface)

Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)

3. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor);

Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik

4. SSI (Server Side Includes)

Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :

1. Apache termasuk dalam kategori freeware.

2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.

3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.

4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.

5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.

Fasilitas atau ciri khas dari web server Apache adalah :

1. Dapat dijadikan pengganti bagi NCSA web server.

2. Perbaikan terhadap kerusakan dan error pada NCSA 1.3 dan 1.4.

3. Apache merespon web client sangat cepat jauh melebihi NCSA.

4. Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.


5. Apache menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.

6. Kita dapat menetapkan respon error yang akan dikirim web server dengan menggunakan file atau skrip.

7. Server apache dapat otomatis berkomunikasi dengan client browsernya untuk menampilkan tampilan terbaik pada client browsernya. Web server Apache secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.

8. Web server Apache mempunyai level-level pengamanan.

9. Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara web server lain.

10. Ditinjau dari segi sejarah perkembangan dan prospeknya, Apache web server mempunyai prospek yang cerah. Apache berasal dari web server NCSA yang kemudian dikembangkan karena NCSA masih mempunyai kekurangan di bidang kompatibilitasnya dengan sistim operasi lain. Sampai saat ini, web server Apache terus dikembangkan oleh tim dari apache.org.

11. Performasi dan konsumsi sumber daya dari web server Apache tidak terlalu banyak, hanya sekitar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemonnya hanya memerlukan sekitar 950 KB memory per child.

12. Mendukung transaksi yang aman (secure transaction) menggunakan SSL (secure socket layer).

13. Mempunyai dukungan teknis melalui web.

14. Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.

15. Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.